Senin, 27 Februari 2012

Jajan Enak di Wonosari

Wonosari semakin menjadi primadona karena keelokan alamnya.Selain itu beberapa kulinernya sebaiknya tak dilewatkan hehehe...

Gathot-Tiwul Yu Tum

sega+jangan dong kates+iwak kali+sambel trasi+lalapan

Mie ayam paha @Mbranang

Soto ayam Bu Titik @Pasar Wonosari

Teh poci Bu Titik @Pasar Wonosari

Kamis, 23 Februari 2012

Bajak Laut Seafood Muntilan

Warung tenda yang terletak di sebelah selatan Pom Bensin Ponalan, Muntilan ini selalu saja ramai dikunjungi para pelanggannya. Cek saja mulai jam 5 sore ke atas, wuihh, ramene! Setelah beberapa kali saya melewatkan kesempatan makan disana bereng keluarga, akhirnya ibuk saya yang baik hati "nglegani" ngajak saya maem disana. Menu yang ditawarkan beragam teman, tapi berhubung cuma berdua, ya ini ni!Mantap!!! :D

Nasi+Cumi goreng mentega

Lele bakar+lalapan+sambel+kangkung tauco
Kangkung tauco

Sambal kecap+sambal terasi matang+lalapan

Menu Bajak Laut

Lombok Idjo

Berawal dari updaten status dosen saya yang tidak sengaja melihat Butet Kertarajasa,seniman Jogja, yang terkenal itu saat sedang makan di sebuah resto bernama Lombok Idjo, saya pun penasaran. Seorang Butet gitu gitu lhoh, pasti pilihan seleranya itu joss dan yang pasti tempatnya merakyat hehe.Akhirnya setelah beberapa kali lewat jalan Solo, akhirnya saya baru ngeh, kalo resto Lombok Idjo ternyata letaknya gak begitu jauh dari Pasar Demangan, tempat saya biasa mangkal (lhoh!!!). Dari pasar Demangan ke arah selatan sampe pertigaan belok kiri, nah lurus aja, nanti sampai Wanita Tama, putar balik ke arah barat. Nanti resto Lombok Idjo berada di kiri jalan, sebelum traffic light. Kebetulan baru sekali kesana,jadi baru sedikiiittt dari banyak menu yang dicoba. Tempatnya luas, adem dan asik buat nongkrong berlama-lama.

Es campuran sirup gula en mentimun

Dada ayam bakar + paha ayam bakar +lalapan+sambal bawang

es degan gula jawa

nasi anget





Jumat, 10 Februari 2012

It's February 2012!!!

Sudah pertengahan bulan kedua di tahun ini!Asekkkk!! hahhahaha... *tertawa miris
Masih banyak yang belum tercapai tapi beruntungnya saya masih ON FIRE!!!walau kadang sendlap-sendlup, hehe..rapopo, SEMANGAT TA! :D
Kalo lagi sendlap-sendlup gini, biasane njuk nyanyi lagunnya Sherina--> Sing Your Mind


Sing Your Mind
by Sherina

Many times you don’t realize the spirit within you
Can spread like fire to everyone around you
Don’t you wait for a second chance you gotta use the time
To see countless faces that can use a little smile
Unlock your power reveal what you can really do
No more running away, today go fight your way
And sing your mind out ooh sing without doubt ooh
Let me hear your voice, I wanna hear what you say
Sing your mind out wooo
It is time that you realize the strength you’ve had all along
Like the star shining in the sky glowing for everyone around you
Don’t you wait, don’t you hesitate, you gotta use the time
To see countless faces that can use a little smile
Shine your light even just for awhile
Unlock your power reveal what you can really do
No more running away and today go fight your way
And sing your mind out ooh sing without doubt ooh
Let me hear your voice, I wanna hear what you say
Sing your mind out wooo
Like the star shining in the sky
No more running away, today go fight your way
Sing your mind out ooh sing without doubt ooh
Let me hear your voice, I wanna hear what you say
Sing your mind out wooo








Sabtu, 21 Januari 2012

Students Take the Risk of Their Lives for the Sake of Education

Banten,19th January 2012 (yahoo.co.id)

Two days ago I saw this picture on my facebook, and this morning I saw it again on yahoo. It takes my deep sympathy and makes me grateful of my life. I know I can't do everything but I can still do something for them. :)

2012!!! dan Mimpiku Muasihhhh Buanyaakkkk!!! :)


Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012!!! God Bless You!!!
hahaha, terkesan garing ya ucapan di atas, yaiyalah, maklum sudah di pertengahan bulan Januari gituhhh... hah apa sudah pertengahan Januari? apa???!!!! cepat sekali yak. Setelah November kurang produktif di blog, apalagi Desember yang sama sekali tidak menerbitkan satu, setengah, atau bahkan sepersepuluh entri, nah kali ini aku datang lagi! hahaha....
Banyak harapan di tahun naga air ini...semoga mimpi-mimpiku sesuai kehendakNya dan menjadi nyata....Amin.

Quotes:
- Bermimpilah! maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. #Arai
- Jika kamu sedang berjuang mencapai sesuatu, kerja keras memang penting, tapi keyakinan pada dirimulah yang jauh lebih penting. #Harry Potter

Rabu, 16 November 2011

Love You Bapak


Yesterday, 15th November 2011 was my father’s 53rd  birthday. I don’t have such a perfect present representing his perfect love for us. Always be the best husband and father. Happy Birthday Bapak.
God Bless You
Love you...
Ibuk, Rita, Mega, Galih.
My beloved parents :)
“Argh, bokap gue gak asik, cuma ngeselin doank!”

“Ckck, anak kok susah sekali diatur, cuma bikin masalah!”

Memang aku tidak tahu apa masalah mereka, anak yang membenci bapaknya, atau bapak yang membenci anaknya. Sangat disayangkan, bukankah seharusnya mereka saling mengasihi? Dan itu jauh lebih indah bukan? Hubungan antara ayah dan anak mengingatkanku akan kisah The Prodigal Son.  Kisah dimana akhirnya sang ayah tetap mau menerima kembali anaknya yang telah lama hilang. Bahkan sang ayah semakin mengasihinya, walaupun sang anak telah hidup berfoya-foya dengan menghambur-hamburkan harta ayahnya. Walaupun dalam kisah ini tokoh ayah sebagai perumpamaan Bapa di surga dan anak-anaknya sebagai kita, manusia. Namun, setidaknya kita bisa melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda, yakni dalam kehidupan keluarga kita sendiri.  Hubungan seorang ayah dengan anaknya.
Sering sosok ayah terabaikan daripada sosok ibu.  Bahkan sosok ibu pun lebih banyak diangkat sebagai tema artikel atau reality show. Tanggal 22 Desember pun didedikasikan khusus sebagai harinya para ibu. Beberapa pribadi bahkan menilai sosok ibu jauh lebih berperan dominan dalam perkembangan seorang anak. Toh pepatah bilang, surga berada di bawah telapak kaki ibu. Memang tidak bisa dipungkiri jika peran dan perjuangan seorang ibu dalam hidup seseorang sangatlah berarti. Namun, tahukah kalian kenapa janin manusia hanya bisa terbentuk jika ovum dan sperma bertemu? Secara teoritis, tak perlu dijelaskan, banyak orang dengan mudah menjabarkannya. Namun, aku merasa Tuhan punya maksud atas itu semua.
Kita tercipta karena adanya ayah dan ibu yang saling melengkapi. Layaknya kaki kanan dan kiri,pengandaiannya ibu sebagai kaki kanan dan ayah sebagai kaki kiri. Jika salah satu kaki tidak dapat berfungsi dengan baik atau bahkan tidak ada, pasti pincang. Mungkin kita masih bisa berjalan,dengan bantuan alat, atau kaki buatan mungkin, tapi toh akan tetap berasa beda bukan?. Karena itu, jangan memandang sebelah mata akan sosok seorang ayah. Keberadaannya patut kita syukuri dan hargai. Walaupun kadang banyak orang bilang jika karakter seorang ayah itu keras, berkuasa, atau ingin selalu nomor satu. Akan tetapi, sadarkah kita? Tanggung jawab yang harus beliau ampu itu sungguh berat. Mulai dari mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan yang tiada batasnya hingga memberikan tempat yang nyaman bagi istri dan anak-anaknya.. Banyak anak yang memimpikan mempunyai ayah yang super, bisa mengerjakan apa-apa. Menuntut ini itu tanpa memikirkan kemampuan sang ayah. Tak jarang si anak pun marah hingga ngambek jika keinginannya tidak bisa terpenuhi. Dulu aku sering begitu bahkan sekarang pun ketika permintaanku tidak terpenuhi, masih sering aku merajuk. Namun, aku selalu kembali tersadar bahwasanya ayahku, yang lebih nyaman kupanggil bapak, bukan milyuner ataupun a perfect man who can do and give anything.
   Bapakku memang bukan pria yang sempurna dan kaya raya, tapi aku tahu, ia berusaha untuk memberikan cinta yang sempurna dan tiada batas kepada keluarganya. Bapakku pernah rela memakai kaos kaki bekas anak-anak perempuannya yang sudah longgar daripada beli yang baru, masih bisa dipakai katanya. Bahkan bapakku pernah membeli sepasang sepatu kerjanya seharga dua puluh lima ribu demi membelikanku sepatu seharga seratus ribu. Ya, bapak membelinya di tukang reparasi sepatu. Dulu pernah juga bapakku memakai sepatu yang belum kering benar saat ke sekolah karena hanya punya sepasang sepatu. Padahal bapakku seorang guru, yang secara penampilan, bisa dibilang menjadi salah satu tolak ukurnya. Tapi ya itu bapakku, bukan pelit tapi memang sangat irit demi masa depan ketiga anaknya. Meski sekarang keadaan ekonomi keluarga kami sudah lebih baik, tetap saja bapakku masih setia dengan sikap superhematnya. Namun, sikap superhematnya hanya dia berlakukan untuk kebutuhan pribadinya sedangkan untuk urusan keluarga, pendidikan, kesehatan dan sosial, orang Jawa bilang, ia loma (baca:murah hati) sekali.
Pepatah mengatakan “like father like son”, mungkin memang benar adanya.  Bapakku mengasihi anak-anaknya dengan sungguh seperti halnya simbah kakungku juga sangat mengasihi bapakku. Meski banyak perbedaan diantara mereka  berdua, tapi sering juga kutemukan persamaan diantara keduanya. Raut muka mereka memang galak tapi tatapan matanya teduh, penuh kasih. Hubungan mereka sangat baik,bahkan simbah kakung hanya mau dicukur rambutnya oleh bapakku saja. Jadi bisa dibayangkan, jika setahun saja bapakku tidak menengok simbahku, simbahku mungkin akan keren sekali dengan rambut putih gondrongnya.
Beberapa bulan yang lalu, saat aku mengunjungi simbahku. Di suatu pagi, simbah kakung (SK) bertanya padaku,
SK        : “Ta, bapakmu sekolahe (baca:kuliah) nangdi?“ (Ta,bapak kamu sekolahnya dimana?”.
Aku      : “Wonten SADHAR mbah” (di SADHAR mbah )”
SK        : “SADHAR, Sanata Dharma?, podo koe berarti?” (SADHAR, Sanata Dharma?, sama sepertimu?)
Aku      : “Inggih mbah“(iya mbah).
SK        : “Mlebune dina opo wae?” (Masuknya hari apa saja?).
Aku      : “Dinten Sabtu kaleh Minggu mbah” (hari Sabtu dan Minggu mbah).
Tampak simbahku berpikir lama, aku pun berpikir pembicaraanku sudah selesai, namun tiba-tiba simbahku pun bertanya lagi ,
SK        : “Ooo, lha nek sekolahe Sabtu Minggu, njuk nang grejane kapan?”(Ooo,kalau sekolahnya Sabtu dan Minggu, terus ke gerejanya kapan?”
Aku pun terhenyak, simbahku yang sudah berusia hampir satu abad masih memikirkan perkembangan iman bapakku yang sudah berumur lebih dari 5 dekade. Aku jadi tahu alasan mengapa bapakku dulu saat tahun-tahun pertama aku kuliah di Jogja, jauh dari orang tuaku di Magelang, bapakku selalu bertanya, ”Dek, wis nang greja durung?” (Dek, sudah ke gereja belum?), setiap kali menelponku. Namun, aku malahan lebih sering malas menjawabnya dengan tidak peduli atau malah mengganti topik pembicaraan. Aku pikir toh aku sudah besar, masak harus selalu diingatkan untuk selalu ke gereja. Apa bapak tidak percaya kepadaku. Lama kelamaan bapak tidak lagi menanyakan hal itu padaku. Tak tahu, mungkin karena bapak tahu kalau aku tidak suka diingatkan hal itu atau karena memang bapak sudah percaya padaku? Kini aku sadar,aku kadang ingin bapak menanyakan hal itu lagi. Aku butuh dan akan selalu ingin bapak mengingatkanku agar aku selalu ingat pada Tuhan, rajin berdoa dan tak lupa ke gereja.
Masihkah kau membenci ayahmu? Jangan dibiarkan berlarut-larut hingga terlambat dan akhirnya kamu menyesal. Saat ini, datangi dia, peluk dia dan katakan, “Ayah, maafkan aku sesungguhnya aku sangat mencintaimu”. Dan lihat jika perlu tunggulah sebentar, pasti sesuatu akan terjadi. Buat ayahku, love you, Bapak.
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu-ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Ef. 6:1-4)
Gini ni gaya bapakku klo lagi mencukur rambut simbah kakungku :)