Kamis, 31 Mei 2012

Museum Ullen Sentalu Jogja

                Pagi itu, di bulan November 2011, saya dan sahabat saya memutuskan untuk berkunjung ke salah satu museum di Yogyakarta, yakni Museum Ullen Sentalu. Selama menyusuri Museum Ullen Sentalu, kita ditemani ama seorang mbak guide ni, tapi maaf namanya lupa :P, tapi yang jelas, mbaknya baik banget,ngasih infonya jelas en gak belibet, sabar juga pas kita tanyai macem2 hehehe. Tour de Museum ini memakan waktu selama +/- 55 menit dan gak boleh ambil gambar alias poto-poto gitu. Jadi siapkan memori anda buat mendokumentasikan pengalaman berharga ini. Dijamin, gak bakalan rugi. Setiap detail koleksi berharga di museum ini sangat-sangat mempesona dan mengingatkan kita akan hebatnya kebudayaan yang ada di Indonesia, terutama budaya Solo dan Yogyakarta, yang memang ditampilkan di museum ini. 
               Tour ditutup dengan sajian "Wedang 7 Rupa", kenapa disebut demikian karena kata mbak guidenya, wedang ini terbuat dari 7 racikan herbal yang berbeda. Menariknya lagi, wedang yang aromanya enak ini punya banyak manfaat lho, salah satunya (kata mbaknya lho) bisa bikin awet muda hehehe.Setelah itu, kita masih bisa muter-muter di sekitar museum, tapi tanpa ditemani mbak guide lagi. Nah, kalo sekarang dah bisa poto-poto dah, sepuasnya! :D
                

salah satu sudut di Ullen Sentalu, sebelum pintu keluar
bangunan yang bisa dilihat dari luar Ullen Sentalu
salah satu sudu di Ullen Sentalu
bnayak pohonnya lho :D
booklet Ullen Sentalu
masih di area Ullen Sentalu
istirahat sejenak
Wedang 7 rupa khas Ullen Sentalu...*katanya bisa bisa awet muda :D
salah satu sudut Ullen Sentalu
masih di Ullen Sentalu
admission ticket
salah satu sudut di Ullen Sentalu
begaya dulu sebelum pulang :)
FYI :
Museum Ullen Sentalu terletak di Jalan Boyong, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.

Berdasarkan info dari beberapa sumber, nama Ullen Sentalu ini merupakan singkatan dari bahasa Jawa yaitu "ULating bLENcong SEjatiNe TAtaning LUmaku", yang memiliki arti "Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan". Filsafah ini terinspirasi dari lampu minyak yang digunakan dalam pertunjukan wayang kulit, yang dikenal dengan nama "blencong", yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.
Untuk lebih jelasnya, liat saja di websitenya Ullen Sentalu >>> www.ullensentalu.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar